Anamnesis
•Kapan
gejala timbul dan
apakah mulainya mendadak atau
berangsur.
•Karakter, lama, frekuensi dan
beratnya
gejala
•Saat
timbulnya
gejala, apakah keluhan paling terjadi pada
pagi,siang
atau malam hari.
•Apakah pasien sudah
minum obat sebelumnya, dan
apa pengaruh obat
tersebut,
apakah pasien juga
memiliki
riwayat
alergi obat.
•Apakah timbul keluhan setelah beraktivitas ringan atau
berat
•Faktor-faktor apa
saja yang mempengaruhi alergi tersebut
•Riwayat kebiasaan pasien, seperti merokok dll
•Keadaan lingkungan sekitar pasien
•Riwayat alergi pada
keluarga
PEMERIKSAAN FISIK
•Inspeksi
apakah ada kemerahan, bentol-bentol
pada
kulit,
lesi
urtikaria,
angioedema, dermatitis, dan likenifikasi.
Pada
mata
diperiksa
hiperemia
konjungtiva,
edema, sekret mata yang berlebihan. Telinga
tengah
perlu
dilakukan
pemeriksaan
membran
timpani untuk mencari
otitis media. Pada hidung bagian luar dibidang alergi
ada
beberapa
tanda,
misalnya
allergic facies terdiri dari
pernapasan
mulut.
Pada
mulut
dan
orofaring,
pemeriksaan
dituju
unttuk
menilai
eritema,
edema, hipertrofi
tonsil, post nasal drip.
•Palpasi
Adanya nyeri
pada kemerahan atau
pembengkakan pada
saat ditekan
Perkusi
Mengetahui diabdomen terdapat cairan atau
udara
Auskultasi
Mendengarkan suara
napas, bunyi jantung, dan
bunyi usus
Pemeriksaan tekanan darah
juga perlu dilakukan karena tekanan sistolik yang rendah (90-110mm/hg) sering dijumpai pada
penyakit
alergi
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
•Jumlah leukosit dan
hitung jenis sel
Pada
alergi jumlah leukosit normal kecuali kalau
disertai
infeksi,
pada alergi eosinofilia berkisar 5-15% dan merupakan pertanda hipersensitivitas.
•Serum Ig E
Total
Meningkat IgE
total menyokong adanya alergi. Tetapi pemeriksaan ini
hanya didapat 60-80% pasien. Pemeriksaan ini
mulai ditinggalkan kecuali pada
pemeriksaan
ramalan
alergi pada anak
yang orang tuanya juga
alergi, ramalan alergi pada
anak dengan bronkiolitis, membedakan asma
dengan rintis alergik dll
•igE
spesifik
Dilakukan untuk
mengukur
IgE terhadap alergen tertentu secara in vitro dengan cara
RAST (radio allergo sorbent assay) keuntungannya dibandingkan tes
kulit adalah risiko pada
pasien tidak ada,
hasil kuantitatif, dan
tidak dipengaruhi obat
dan kulit.
Tes
kulit
Untuk
menentukan
antibodi
IgE Spesifik dalam
kulit. Tes kulit
dilakukan
pada alergen yang dicuragai menjadi penyebab alergi pasien.
•igE
spesifik
Dilakukan untuk
mengukur
IgE terhadap alergen tertentu secara in vitro dengan cara
RAST (radio allergo sorbent assay) keuntungannya dibandingkan tes
kulit adalah risiko pada
pasien tidak ada,
hasil kuantitatif, dan
tidak dipengaruhi obat
dan kulit.
Tes
kulit
Untuk
menentukan
antibodi
IgE Spesifik dalam
kulit. Tes kulit
dilakukan
pada alergen yang dicuragai menjadi penyebab alergi pasien.
•Tes
provokasi
nasal
Pada
tes ini alergen diberikan pada
mukosa hidung dengan disemprotkan atau
mengisap
alergen
yang kering melalui lubang hidung. Tes
dianggap
positif
bila pasien beberapa menit
langsung
bersin-bersin, pilek,
hidng sumbat, batuk.
Pemeriksaan penunjang
•Spirometri: untuk
menentukan
obstruksi
saluran
napas
•Foto
toraks untuk melihat komplikasi
•Pemeriksaan feses
untuk melihat cacing dan
telurnya
pada pasien urtikaria
•LED
•Tes
penglepasan
histamin
dari basofil
•Anti-tripsin alfa
1
•IgG,IgA tes
kompleks
imun dan stimulasi limfosit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar