Kamis, 30 Juli 2015

penatalaksanaan hipersensitivitas

RIWAYAT PENYAKIT

Anamnesis
Kapan gejala timbul dan apakah mulainya mendadak atau berangsur.
Karakter, lama, frekuensi dan beratnya gejala
Saat timbulnya gejala, apakah keluhan paling terjadi pada pagi,siang atau malam hari.
Apakah pasien sudah minum obat sebelumnya, dan apa pengaruh obat tersebut, apakah pasien juga memiliki riwayat alergi obat.
Apakah timbul keluhan setelah beraktivitas ringan atau berat
Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi alergi tersebut
Riwayat kebiasaan pasien, seperti merokok dll
Keadaan lingkungan sekitar pasien

Riwayat alergi pada keluarga

PEMERIKSAAN FISIK

Inspeksi
        apakah ada kemerahan, bentol-bentol pada kulit, lesi urtikaria, angioedema, dermatitis, dan likenifikasi. Pada mata diperiksa hiperemia konjungtiva, edema, sekret mata yang berlebihan. Telinga tengah perlu dilakukan pemeriksaan membran timpani untuk mencari otitis media. Pada hidung bagian luar dibidang alergi ada beberapa tanda, misalnya allergic facies terdiri dari pernapasan mulut. Pada mulut dan orofaring, pemeriksaan dituju unttuk menilai eritema, edema, hipertrofi tonsil, post nasal drip.

Palpasi
Adanya nyeri pada kemerahan atau pembengkakan pada saat ditekan
Perkusi
Mengetahui diabdomen terdapat cairan atau udara
Auskultasi
Mendengarkan suara napas, bunyi jantung, dan bunyi usus
Pemeriksaan tekanan darah juga perlu dilakukan karena tekanan sistolik yang rendah (90-110mm/hg) sering dijumpai pada penyakit alergi

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Jumlah leukosit dan hitung jenis sel
Pada alergi jumlah leukosit normal kecuali kalau disertai infeksi, pada alergi eosinofilia berkisar 5-15% dan merupakan pertanda hipersensitivitas.
Serum Ig E  Total
Meningkat IgE total menyokong adanya alergi. Tetapi pemeriksaan ini hanya didapat 60-80% pasien. Pemeriksaan ini mulai ditinggalkan kecuali pada pemeriksaan ramalan alergi pada anak yang orang tuanya juga alergi, ramalan alergi pada anak dengan bronkiolitis, membedakan asma dengan rintis alergik dll

igE spesifik
Dilakukan untuk mengukur IgE terhadap alergen tertentu secara in vitro dengan cara RAST (radio allergo sorbent assay) keuntungannya dibandingkan tes kulit adalah risiko pada pasien tidak ada, hasil kuantitatif, dan tidak dipengaruhi obat dan kulit.
Tes kulit
Untuk menentukan antibodi IgE Spesifik dalam kulit. Tes kulit dilakukan pada alergen yang dicuragai menjadi penyebab alergi pasien.

igE spesifik
Dilakukan untuk mengukur IgE terhadap alergen tertentu secara in vitro dengan cara RAST (radio allergo sorbent assay) keuntungannya dibandingkan tes kulit adalah risiko pada pasien tidak ada, hasil kuantitatif, dan tidak dipengaruhi obat dan kulit.
Tes kulit
Untuk menentukan antibodi IgE Spesifik dalam kulit. Tes kulit dilakukan pada alergen yang dicuragai menjadi penyebab alergi pasien.

Tes provokasi nasal
Pada tes ini alergen diberikan pada mukosa hidung dengan disemprotkan atau mengisap alergen yang kering melalui lubang hidung. Tes dianggap positif bila pasien beberapa menit langsung bersin-bersin, pilek, hidng sumbat, batuk.
Pemeriksaan penunjang
Spirometri: untuk menentukan obstruksi saluran napas
Foto toraks untuk melihat komplikasi
Pemeriksaan feses untuk melihat cacing dan telurnya pada pasien urtikaria
LED
Tes penglepasan histamin dari basofil
Anti-tripsin alfa 1
IgG,IgA tes kompleks imun dan stimulasi limfosit




Tidak ada komentar:

Posting Komentar