Rapid
test merupakan
uji
kromatografi
immunoassay
dengan
menggunakan
metode
“direct sandwich”.
Prinsip
dasar rapid
test adalah
pengikatan
antigen
oleh
antibodi
monoklonal
yang
spesifik. Salah satu
jenis
rapid
tes
yang
banyak
digunakan
adalah
alat
diagnostik
berupa
stik
uji
untuk
mendeteksi
keberadaan
antigen
atau
pun
antibody
dalam
sampel
berupa
darah,
plasma
atau
serum. Stik
uji
ini mirip
dengan
stik
kehamilan
yang
menggunakan
prinsip
imunokromatografi
yang
telah
banyak
digunakan
dan beredar
di
masyarakat. Secara
umum
metode
Imunokromatografi
untuk
mendeteksi
sebuah
spesimen
dengan
menggunakan
dua
antibodi.
Antibodi
pertama
berada
dalam
larutan
uji
atau
sebagian
terdapat
pada
membran
berpori
dari alat uji.
Antibodi
ini
dilabeli
dengan
lateks
partikel
atau
partikel
koloid
emas
(antibody
berlabel).
Keberadaan
antigen
akan dikenali
oleh
antibody
berlabel
dengan
membentuk
ikatan
antigen-antibodi
. komplek
ikatan
ini
kemudian
akan mengalir
karena
adanya
kapilaritas
menuju
penyerap,
yang
terbuat
dari kertas
penyaring.
Selama
aliran,
kompleks
ini
akan dideteksi
dan
diikat
oleh
antibody
kedua
yang
terdapat
pada
membran
berpori,
sehingga
terdapat
komplek
pada
daerah
deteksi
pada
membran
yang
menunjukkan
hasil
uji.
Refrensi:
Peng, F., Z. Wang, S. Zhang, R. Wu, S.
Hu, Z. Li, X. Wang, dan D. Bi. 2008.
Development of an Immunochromatographic
Strip for Rapid Detection of H9 Subtype Avian Influenza Viruses. Clinical
dan
Vaccine Immunology : 569-574.
Shyu, Rong-Hwa,
Huey-Fen Hsyu,
Hwan-Wun
Liu and Shiao-Shek
Tang. 2002. Colloidal gold-based immunochromatographic
assay for detection of ricin. Toxicon
40: 255-258.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar